Saudaraku
sesama muslim, ingin kami (penulis) bertanya kepada antum (sidang
pembaca) bahwa pernahkah anda menyaksikan, melihat, memandang ketika fajar
menyingsing dini hari? Kemudian matahari pagipun terbit diiringi bunyi
margasatwa yang saling bersahutan.Direlung hati kita yang paling dalam
perasaan nyaman pun muncul perlahan tetapi pasti seperti pastinya
muncul sang surya, si matahari pagi setelah proses fajar kizif
berlalu dan terlebih lagi indahnya pemandangan alam manakala matahari
tebenam disore hari. Apalagi kita melihat proses terbitnya matahari dan
tenggelamnya itu dari tempat yang tinggi diatas tanah yang luas,
lapang, datar tanpa bebatuan atau ditepi lautan sebuah pantai.
Subhanallah! Kita terpesona.
Saudaraku, kemudian perhatikan dimalam hari berjuta bintang bertebaran diangkasa. Kemudian pandanglah pula bulan purnama yang sinarnya terang benderang menyinari bumi. Pandang juga gunung-gunung yang tinggi menjulang, jurang-jurang yang curam, pohon-pohon besar yang rimbun serta sawah ladang yang hijau subur dan bukankah udara pun terasa amat sejuk? Betapa indahnya pemandangan alam, betapa indahnya Indonesia tanah air kelahiran kita, betapa indahnya bumi dan langit dan apa yang berada diantaranya.
Saudaraku, bukankah keindahan dan kehebatan alam itu menunjukkan betapa Agung-Nya Tuhan yang menciptakannya? Begitu pula betapa besar kekuasaan
Tuhan yang mengatur dan memeliharanya? Saudaraku, memang bahwa dengan
menikmati keindahan alam itu merupakan cara yang terbaik untuk mempercayai akan adanya Tuhan serta menyakini akan sifat-sifat kesempurnaan-Nya.
Saudaraku, setentang memperhatikan keindahan alam serta ajakan menyelidiki akan rahasianya, perhatikan Firman Allah SWT
berikut ini : (Artinya) ”Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi,
silih bergantinya siang dan malam, bahtera yang berlayar di lautan
membawa apa yang berguna bagi manusia dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia
hidupkan bumi sesudah keringnya. Dia sebarkan dibumi itu segala jenis
hewan, pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan
bumi. Sesungguhnya yang demikian itu menjadi bukti ke Esaan dan Kebesaran Allah bagi yang mau berfikir.” (QS. Al-Baqarah : 164)
Saudaraku, alam itu ciptaan-Nya, artinya yaitu apa yang ada selain Allah dan alam diciptakan oleh Allah untuk kepentingan manusia. Karena itu dalam kitab suci Al-Qur’an Allah disebut juga Rabbul ’Alamin, artinya Tuhan pencipta dan pemelihara alam semesta. Kadang-kadang juga alam itu disebutkan dengan ungkapan : Bumi dan langit dan apa yang berada diantaranya. Dengan demikian alam semesta ini adalah makhluk artinya yang diciptakan oleh Tuhan sedangkan Allah itu sebagai Khaliq artinya Penciptanya.
· Perhatikan Firman Allah SWT :
”Katakanlah, Allah itu pencipta alam segala sesuatu. Dialah yang maha Esa dan Maha perkasa.” ( QS. Ar-Ra’du : 16 )
Saudaraku diantara makhluk Allah yang beraneka ragam (warna) itu, manusia diciptakan oleh Allah sebagai makhluk-Nya yang paling mulia.
· Sebagaimana Firman-Nya :
”Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang paling baik.” (QS. At-Tin : 3)
Sementara bumi yang ditempati oleh manusia atau seluruh alam sekitar itu diciptakan oleh Allah untuk kepentingan hidup manusia sebab manusialah yang dijadikan oleh Allah sebagai penguasa di bumi ini.
