Artikel ini merupakan terjemahan dari
sebuah Video yang bersumber dari YouTube jika anda mencarinya dengan
keyword “ponsel pintar & manusia bodoh” maka anda akan mudah
menemuinya, penerjemahan video ini menjadi sajian deskriptif bertujuan
agar pembaca lebih memahami maksud dari isi video dikarenakan terjemah
sebelumnya banyak menggunakan kalimat baku, penulis juga menambahkan
beberapa kalimat dalam artikel ini. Selamat membaca !
. . .
. . .
Kita Memiliki Ratusan Bahkan Ribuan
Teman, namun seringkali kita kesepian. Kita bicara dengan mereka setiap
hari, namun tak satupun yang mengenal kita. LIHATLAH masalah yang kita
hadapi ialah adanya perbedaan, perbedaan itu ialah antara menatap lawan
bicara atau hanya melihat nama orang lain di layar ponsel. Mari kita
selangkah mundur dan membuka mata kita, melihat ke sekeliling dan
menyadari... bahwa media yang kita sebut sosial ini memang segalanya,
namun... ketika kita membuka komputer kita, saat itulah kita menutup
rapat pintu kita. Semua teknologi yang kita punyai ini hanyalah sebuah
ilusi. Komunitas, Persahabatan, Rasa Kebersamaan dll. Ketika kamu
beranjak dari perangkat khayalan ini, kamu tersadar dan melihat dunia
yang membingungkan. Dunia dimana kita diperbudak oleh Teknologi yang
kita ciptakan, dimana informasi dijual oleh orang-orang kaya rakus.
Dunia yang dipenuhi kepentingan pribadi, pencitraan, dan promosi diri.
Dimana kita memberikan bagian terbaik kita tanpa menggunakan perasaan.
Akan sangat terasa bahagia ketika kita membagi pengalaman kita kepada
orang lain di hadapan mereka, akankah sama rasanya bila tidak ada orang
lain di hadapan kita? Mari datangi teman-temanmu dan merekapun akan
mendatangimu, mereka takan mendatangimu bila kau hanya temui mereka di
Group Media Sosial.
Seringkali kita membanggakan diri dan mengharapkan pujian, kita pura-pura tidak menyadari bahwa kita tersaingi secara sosial. Kita merangkai kata seolah hidup kita terlihat indah, padahal kita tidak tahu apakah ada orang yang peduli. Membuat kita berpikir bahwa sendirian bukanlah masalah, itulah intinya. Bila kamu membaca buku, melukis atau melakukan latihan tertentu, kamu menjadi produktif dan diakui, bukan hanya menjadi seorang pelengkap. Jadi, ketika kamu berada di tempat umum dan merasa kesepian, angkat tanganmu dan jauhkan dari telepon. Saat itu kamu memang tidak terlalu membutuhkannya kan? Bila perlu hapus daftar kontakmu. Saling berbicaralah dengan teman di sekelilingmu. Belajar hidup bersama.
Kita tidak mengerti ketika melihat keheningan dalam angkutan umum yang penuh sesak dimana tak seorangpun ingin berbicara karena takut dibilang aneh. Kita menjadi anti sosial, kita tidak lagi terpuaskan dengan hubungan antar manuasia tak lagi saling bertatap mata. Kita dikelilingi oleh anak-anak yang sejak mereka di lahirkan melihat kita hidup seperti robot dan mereka menganggap itu normal. Sepertinya mustahil untuk menjadi orangtua yang hebat kelak. Karena kamu tidak bisa menghibur anak tanpa menggunakan iPad. Saat saya kecil dulu mungkin kita jarang berada di rumah, selalu bersepeda keluar bersama teman-teman, saya ingat ketika sepatu saya sobek dan lutut tergores karena membangun rumah di atas pohon. Sekarang teman sangat sunyi dan sepi. Tak ada anak-anak bermain dan Ayunanpun tak pernah bergerak. Tak ada yang berlari-lari dan meloncat, Kita Adalah Generasi Idiot !
Telepon pintar dan Manusia bodoh. Jadi alihkan perhatian dan teleponmu matikan layarnya. Hidupkan lingkungan di sekitarmu dan ciptakan hari yang indah, cukup satu hubungan nyata, hanya itu yang dibutuhkan untuk menunjukan perbedaan yang diciptakan oleh kehadiran. Coba bayangkan kau hadir saat memandang pasanganmu itu yang akan kamu ingat selamanya atau saat kamu dimabuk cinta, atau juga saat pertama memegang tanganmu atau pelukan di tubuhmu, saat pertama kali kamu berbeda pendapat namu tetap mencintainya sepenuh hati. Saat kamu tidak harus menceritakan ratusan hal yang sudah kamu kerjakan, karena kamu hanya ingin menikmati waktu bersamanya. Saat kamu menjual komputer atau ponselmu supaya bisa membeli cincin untuk gadis impianmu yang sekarang menjadi nyata. Saat dimana kamu ingin memulai satu keluarga dan pertama kali memagang gadis mungil di pangkuanmu yang tuhan anugerahkan saat itu kamu jatuh cinta lagi pada pasanganmu. Saat dia selalu membuatmu terjaga kala kamu benar-benar ingin istirahat dan saat kamu menghapus air matamu ketika anakmu meninggalkan rumah. Saat gadis kecilmu kembali dengan membawa bayi untuk kau gendong dan saat dia memanggilmu kakek hingga kamu merasa tua. Saat kamu mendapatkan semua yang telah kamu ciptakan dengan memberikan perhatian nyata, betapa bahagianya kamu karena tidak menyia-nyiakan waktu hanya untuk bermain di dunia hayal. Suatu saat ketika kamu memegang istrimu, duduk di samping tempat tidurnya, kamu bilang bahwa kamu menyayanginya, lalu mencium keningnya. Kemudian dia berbisik padamu di saat-saat terakhirnya bahwa dia sangat beruntung menemukan dirimu. Tapi semua itu tidak akan terjadi, kamu tidak akan pernah mengalami satu hal pun bila kamu hanya melihat ke bawah menatap ponselmu, kamu akan melewatkan berbagai kesempatan.
Jadi alihkan perhatian dari ponselmu, matikan semua layar itu. Waktu kita sangat terbatas. Jangan buag hidupmu dengan berkutat di internet. Ingatkah kita bahwa hidup ini hanya sebentar dan sementara akan ada kehidupan kekal nanti? Mulailah menjadi pribadi yang baik, menjalankan perintah agama karena maut bisa saja datang kapan saja. Gunakan untuk hal bermanfaat agar kita dapat menuainya di akhirat. Karena bila saatnya tiba, yang ada hanya penyesalan. Saya merasa bersalah dengan menjadi bagian dari Tulisan ini, dimana kita berbicara dengan cara mengetik atau mengobrol dengan cara membaca, dimana kita menghabiskan waktu tanpa bertatap mata. Jangan kamu masuk dlam kehidupan publisitas berlebihan. Berikan orang rasa cinta dan perhatianmu. Jangan berikan mereka “like” mu. Jauhkan keinginan untuk didengar dan diakui. Keluarlah ke dunia nyata dan tinggalkan semua itu. Hentikan membaca Artikel ini, share kepada orang di sekelilingmu jika perlu dan jalani kehidupan secara nyata.
Seringkali kita membanggakan diri dan mengharapkan pujian, kita pura-pura tidak menyadari bahwa kita tersaingi secara sosial. Kita merangkai kata seolah hidup kita terlihat indah, padahal kita tidak tahu apakah ada orang yang peduli. Membuat kita berpikir bahwa sendirian bukanlah masalah, itulah intinya. Bila kamu membaca buku, melukis atau melakukan latihan tertentu, kamu menjadi produktif dan diakui, bukan hanya menjadi seorang pelengkap. Jadi, ketika kamu berada di tempat umum dan merasa kesepian, angkat tanganmu dan jauhkan dari telepon. Saat itu kamu memang tidak terlalu membutuhkannya kan? Bila perlu hapus daftar kontakmu. Saling berbicaralah dengan teman di sekelilingmu. Belajar hidup bersama.
Kita tidak mengerti ketika melihat keheningan dalam angkutan umum yang penuh sesak dimana tak seorangpun ingin berbicara karena takut dibilang aneh. Kita menjadi anti sosial, kita tidak lagi terpuaskan dengan hubungan antar manuasia tak lagi saling bertatap mata. Kita dikelilingi oleh anak-anak yang sejak mereka di lahirkan melihat kita hidup seperti robot dan mereka menganggap itu normal. Sepertinya mustahil untuk menjadi orangtua yang hebat kelak. Karena kamu tidak bisa menghibur anak tanpa menggunakan iPad. Saat saya kecil dulu mungkin kita jarang berada di rumah, selalu bersepeda keluar bersama teman-teman, saya ingat ketika sepatu saya sobek dan lutut tergores karena membangun rumah di atas pohon. Sekarang teman sangat sunyi dan sepi. Tak ada anak-anak bermain dan Ayunanpun tak pernah bergerak. Tak ada yang berlari-lari dan meloncat, Kita Adalah Generasi Idiot !
Telepon pintar dan Manusia bodoh. Jadi alihkan perhatian dan teleponmu matikan layarnya. Hidupkan lingkungan di sekitarmu dan ciptakan hari yang indah, cukup satu hubungan nyata, hanya itu yang dibutuhkan untuk menunjukan perbedaan yang diciptakan oleh kehadiran. Coba bayangkan kau hadir saat memandang pasanganmu itu yang akan kamu ingat selamanya atau saat kamu dimabuk cinta, atau juga saat pertama memegang tanganmu atau pelukan di tubuhmu, saat pertama kali kamu berbeda pendapat namu tetap mencintainya sepenuh hati. Saat kamu tidak harus menceritakan ratusan hal yang sudah kamu kerjakan, karena kamu hanya ingin menikmati waktu bersamanya. Saat kamu menjual komputer atau ponselmu supaya bisa membeli cincin untuk gadis impianmu yang sekarang menjadi nyata. Saat dimana kamu ingin memulai satu keluarga dan pertama kali memagang gadis mungil di pangkuanmu yang tuhan anugerahkan saat itu kamu jatuh cinta lagi pada pasanganmu. Saat dia selalu membuatmu terjaga kala kamu benar-benar ingin istirahat dan saat kamu menghapus air matamu ketika anakmu meninggalkan rumah. Saat gadis kecilmu kembali dengan membawa bayi untuk kau gendong dan saat dia memanggilmu kakek hingga kamu merasa tua. Saat kamu mendapatkan semua yang telah kamu ciptakan dengan memberikan perhatian nyata, betapa bahagianya kamu karena tidak menyia-nyiakan waktu hanya untuk bermain di dunia hayal. Suatu saat ketika kamu memegang istrimu, duduk di samping tempat tidurnya, kamu bilang bahwa kamu menyayanginya, lalu mencium keningnya. Kemudian dia berbisik padamu di saat-saat terakhirnya bahwa dia sangat beruntung menemukan dirimu. Tapi semua itu tidak akan terjadi, kamu tidak akan pernah mengalami satu hal pun bila kamu hanya melihat ke bawah menatap ponselmu, kamu akan melewatkan berbagai kesempatan.
Jadi alihkan perhatian dari ponselmu, matikan semua layar itu. Waktu kita sangat terbatas. Jangan buag hidupmu dengan berkutat di internet. Ingatkah kita bahwa hidup ini hanya sebentar dan sementara akan ada kehidupan kekal nanti? Mulailah menjadi pribadi yang baik, menjalankan perintah agama karena maut bisa saja datang kapan saja. Gunakan untuk hal bermanfaat agar kita dapat menuainya di akhirat. Karena bila saatnya tiba, yang ada hanya penyesalan. Saya merasa bersalah dengan menjadi bagian dari Tulisan ini, dimana kita berbicara dengan cara mengetik atau mengobrol dengan cara membaca, dimana kita menghabiskan waktu tanpa bertatap mata. Jangan kamu masuk dlam kehidupan publisitas berlebihan. Berikan orang rasa cinta dan perhatianmu. Jangan berikan mereka “like” mu. Jauhkan keinginan untuk didengar dan diakui. Keluarlah ke dunia nyata dan tinggalkan semua itu. Hentikan membaca Artikel ini, share kepada orang di sekelilingmu jika perlu dan jalani kehidupan secara nyata.
jika anda ingin melihat videonya silahkan klik tautan di bawah ini :


