Rabu, 19 Agustus 2015

Antara Smartphone, Kehidupan, Cinta dan Generasi Idiot.

Standard
Artikel ini merupakan terjemahan dari sebuah Video yang bersumber dari YouTube jika anda mencarinya dengan keyword “ponsel pintar & manusia bodoh” maka anda akan mudah menemuinya, penerjemahan video ini menjadi sajian deskriptif bertujuan agar pembaca lebih memahami maksud dari isi video dikarenakan terjemah  sebelumnya banyak menggunakan kalimat baku, penulis juga menambahkan beberapa kalimat dalam artikel ini. Selamat membaca !

 . . .
 
Kita Memiliki Ratusan Bahkan Ribuan Teman, namun seringkali kita kesepian. Kita bicara dengan mereka setiap hari, namun tak satupun yang mengenal kita. LIHATLAH masalah yang kita hadapi ialah adanya perbedaan, perbedaan itu ialah antara menatap lawan bicara atau hanya melihat nama orang lain di layar ponsel. Mari kita selangkah mundur dan membuka mata kita, melihat ke sekeliling dan menyadari...  bahwa media yang kita sebut sosial ini memang segalanya, namun... ketika kita membuka komputer kita, saat itulah kita menutup rapat pintu kita. Semua teknologi yang kita punyai ini hanyalah sebuah ilusi. Komunitas, Persahabatan, Rasa Kebersamaan dll. Ketika kamu beranjak dari perangkat khayalan ini, kamu tersadar dan melihat dunia yang membingungkan. Dunia dimana kita diperbudak oleh Teknologi yang kita ciptakan, dimana informasi dijual oleh orang-orang kaya rakus. Dunia yang dipenuhi kepentingan pribadi, pencitraan, dan promosi diri. Dimana kita memberikan bagian terbaik kita tanpa menggunakan perasaan. Akan sangat terasa bahagia ketika kita membagi pengalaman kita kepada orang lain di hadapan mereka, akankah sama rasanya bila tidak ada orang lain di hadapan kita? Mari datangi teman-temanmu dan merekapun akan mendatangimu, mereka takan mendatangimu bila kau hanya temui mereka di Group Media Sosial. 

Seringkali kita membanggakan diri dan mengharapkan pujian, kita pura-pura tidak menyadari bahwa kita tersaingi secara sosial. Kita merangkai kata seolah hidup kita terlihat indah, padahal kita tidak tahu apakah ada orang yang peduli. Membuat kita berpikir bahwa sendirian bukanlah masalah, itulah intinya. Bila kamu membaca buku, melukis atau melakukan latihan tertentu, kamu menjadi produktif dan diakui, bukan hanya menjadi seorang pelengkap. Jadi, ketika kamu berada di tempat umum dan merasa kesepian, angkat tanganmu dan jauhkan dari telepon. Saat itu kamu memang tidak terlalu membutuhkannya kan? Bila perlu hapus daftar kontakmu. Saling berbicaralah dengan teman di sekelilingmu. Belajar hidup bersama.  

Kita tidak mengerti ketika melihat keheningan dalam angkutan umum yang penuh sesak dimana tak seorangpun ingin berbicara karena takut dibilang aneh. Kita menjadi anti sosial, kita tidak lagi terpuaskan dengan hubungan antar manuasia tak lagi saling bertatap mata. Kita dikelilingi oleh anak-anak yang sejak mereka di lahirkan melihat kita hidup seperti robot dan mereka menganggap itu normal. Sepertinya mustahil untuk menjadi orangtua yang hebat kelak. Karena kamu tidak bisa menghibur anak tanpa menggunakan iPad. Saat saya kecil dulu mungkin kita jarang berada di rumah, selalu bersepeda keluar bersama teman-teman, saya ingat ketika sepatu saya sobek dan lutut tergores karena membangun rumah di atas pohon. Sekarang teman sangat sunyi dan sepi. Tak ada anak-anak bermain dan Ayunanpun tak pernah bergerak. Tak ada yang berlari-lari dan meloncat, Kita Adalah Generasi Idiot ! 

Telepon pintar dan Manusia bodoh. Jadi alihkan perhatian dan teleponmu matikan layarnya. Hidupkan lingkungan di sekitarmu dan ciptakan hari yang indah, cukup satu hubungan nyata, hanya itu yang dibutuhkan untuk menunjukan perbedaan yang diciptakan oleh kehadiran. Coba bayangkan kau hadir saat memandang pasanganmu itu yang akan kamu ingat selamanya atau saat kamu dimabuk cinta, atau juga saat pertama memegang tanganmu atau pelukan di tubuhmu, saat pertama kali kamu berbeda pendapat namu tetap mencintainya sepenuh hati. Saat kamu tidak harus menceritakan ratusan hal yang sudah kamu kerjakan, karena kamu hanya ingin menikmati waktu bersamanya. Saat kamu menjual komputer atau ponselmu supaya bisa membeli cincin untuk gadis impianmu yang sekarang menjadi nyata. Saat dimana kamu ingin memulai satu keluarga dan pertama kali memagang gadis mungil di pangkuanmu yang tuhan anugerahkan saat itu kamu jatuh cinta lagi pada pasanganmu. Saat dia selalu membuatmu terjaga kala kamu benar-benar ingin istirahat dan saat kamu menghapus air matamu ketika anakmu meninggalkan rumah. Saat gadis kecilmu kembali dengan membawa bayi untuk kau gendong dan saat dia memanggilmu kakek hingga kamu merasa tua. Saat kamu mendapatkan semua yang telah kamu ciptakan dengan memberikan perhatian nyata, betapa bahagianya kamu karena tidak menyia-nyiakan waktu hanya untuk bermain di dunia hayal. Suatu saat ketika kamu memegang istrimu, duduk di samping tempat tidurnya, kamu bilang bahwa kamu menyayanginya, lalu mencium keningnya. Kemudian dia berbisik padamu di saat-saat terakhirnya bahwa dia sangat beruntung menemukan dirimu. Tapi semua itu tidak akan terjadi, kamu tidak akan pernah mengalami satu hal pun bila kamu hanya melihat ke bawah menatap ponselmu, kamu akan melewatkan berbagai kesempatan.

Jadi alihkan perhatian dari ponselmu, matikan semua layar itu. Waktu kita sangat terbatas. Jangan buag hidupmu dengan berkutat di internet. Ingatkah kita bahwa hidup ini hanya sebentar dan sementara akan ada kehidupan kekal nanti? Mulailah menjadi pribadi yang baik, menjalankan perintah agama karena maut bisa saja datang kapan saja. Gunakan untuk hal bermanfaat agar kita dapat menuainya di akhirat. Karena bila saatnya tiba, yang ada hanya penyesalan. Saya merasa bersalah dengan menjadi bagian dari Tulisan ini, dimana kita berbicara dengan cara mengetik atau mengobrol dengan cara membaca, dimana kita menghabiskan waktu tanpa bertatap mata. Jangan kamu masuk dlam kehidupan publisitas berlebihan. Berikan orang rasa cinta dan perhatianmu. Jangan berikan mereka “like” mu. Jauhkan keinginan untuk didengar dan diakui. Keluarlah ke dunia nyata dan tinggalkan semua itu. Hentikan membaca Artikel ini, share kepada orang di sekelilingmu jika perlu dan jalani kehidupan secara nyata.  

jika anda ingin melihat videonya silahkan klik tautan di bawah ini :



Selasa, 11 Agustus 2015

Makna Dibalik Tulisan - Oleh Penulis

Standard

Alhamdulillah, pada kesempatan ini saya dapat menulis artikel untuk dipajang di Blog ini, setelah hasrat  saya kepada Menulis sempat tertunda karena berbagai aktifitas, so sibuk banget yaaa, hehe !!! namun semangat ini tetap ada dalam diri ini karena beberapa Cendikia mengatakan “Ikatlah Ilmu Dengan Menulis” Ya, dan saya sependapat dengan itu karena orang-orang besar di Dunia ini adalah orang-orang yang mengabadikan pemikiran dan gagasannya lewat Tulisan. 

Postingan saya kali ini lebih kepada perkenalan dan Promosi Blog saja, karena memang tak ada Materi khusus yang di muat pada postingan ini. Blog ini bukanlah Blog pertama yang saya buat, sudah hampir 3 - 4 blog yang saya buat. Mulai dari Blog Pribadi, Sekolah sampai Lembaga, namun dari kesemuanya belum ada postingan buatan saya sendiri melainkan saya hanya me Re-Post dari blog lain dan tentunya saya mencantumkan alamat sumber materi tersebut untuk tetap menghargai karya orang lain.

Dulu ketika saya masih sekolah sekitar Lima tahun lalu, Guru saya pernah mengatakan bahwa kedewasaan seseorang itu searah  dengan bertambahnya usia, rasanya pernyataan itu sulit untuk saya terima karena menurut saya dewasa itu tidak mengenal usia, masih banyak orang tua yang belum mampu menunjukan sikap yang baik dan benar. Seperti misalnya seorang ayah yang ingin anaknya lebih baik namun dengan cara yang kasar, atau seseorang yang lari dari masalahnya dan masih banyak lagi contoh lain. Tetapi kadang kita melihat anak muda yang bisa bersikap lebih tenang dalam menyikapi suatu kondisi atau permasalahan. 

Belakangan saya baru menyadari ternyata bukan itu maksud Guru saya, ternyata maksud beliau adalah seseorang bisa di ukur kedewasaannya lewat Pengalaman yang ia miliki selama hidupnya, orang yang hidupnya lebih lama dari kita tentunya memiliki pengalaman yang lebih banyak, maka jangan sekali-kali kita menentang nasihat baiknya, karena apa yang mereka katakan adalah hal yang pernah mereka alami. Berbeda dengan kita saat ini baru tahu sedikit saja tapi sudah seperti yang paling tahu... hehe, lalu apa hubungannya kedewasaan dengan blog ini?? Yaa tentu ada kaitannya. 

Waktu saya masih Sekolah jaman ABG dulu, pada saat membuat Blog ya hanya membuat Blog saja tidak berfikir tentang isi, hanya berpikir bagaimana caranya supaya tampilan Blog saya menarik, Unik, dan terlihat Canggih terlebih karena waktu itu saya Sekolah dengan basik Komputer, belum ada pemikiran bagaimana menghidupkan Blog dan menjadikannya bermanfaat. Namun seiring berjalannya waktu setelah bermacam-macam hiruk-pikuk kehidupan yang saya alami, itu juga yang membuat kedewasaan pengalaman saya bertambah...hehe  ciieee gituu !!! hal itu yang membuat Ghiroh dan Semangat untuk menulis tumbuh dalam diri saya sehingga terciptalah goresan-goresan tangan ini. 

Kepada sahabat-sahabat saya yang punya pemikiran-pemikiran besarnya cobalah untuk menuangkannya ke dalam tulisan, jangan sampai ide-ide cemerlang sahabat kabur di telan waktu. Yaaah sementara mungkin itu dulu yang dapat saya bagi, masih banyak kekurangan dalam diri saya baik dari segi kalimat atau perbendaharaan kata, maklum lah namanya juga masih belajar. Sampai jupa di episode berikutnya !!! (jejen)

Keindahan Ciptaan Allah

Standard
Saudaraku sesama muslim, ingin kami (penulis) bertanya kepada antum (sidang pembaca) bahwa pernahkah anda menyaksikan, melihat, memandang ketika fajar menyingsing dini hari? Kemudian matahari pagipun terbit diiringi bunyi margasatwa yang saling bersahutan.Direlung hati kita yang paling dalam perasaan nyaman pun muncul perlahan tetapi pasti seperti pastinya muncul sang surya, si matahari pagi setelah proses fajar kizif berlalu dan terlebih lagi indahnya pemandangan alam manakala matahari tebenam disore hari. Apalagi kita melihat proses terbitnya matahari dan tenggelamnya itu dari tempat yang tinggi diatas tanah yang luas, lapang, datar tanpa bebatuan atau ditepi lautan sebuah pantai. Subhanallah! Kita terpesona.
            Saudaraku, kemudian perhatikan dimalam hari berjuta bintang bertebaran diangkasa. Kemudian pandanglah pula bulan purnama yang sinarnya terang benderang menyinari bumi. Pandang juga gunung-gunung yang tinggi menjulang, jurang-jurang yang curam, pohon-pohon besar yang rimbun serta sawah ladang yang hijau subur dan bukankah udara pun terasa amat sejuk? Betapa indahnya pemandangan alam, betapa indahnya Indonesia tanah air kelahiran kita, betapa indahnya bumi dan langit dan apa yang berada diantaranya.
            Saudaraku, bukankah keindahan dan kehebatan alam itu menunjukkan betapa Agung-Nya Tuhan yang menciptakannya? Begitu pula betapa besar kekuasaan Tuhan yang mengatur dan memeliharanya? Saudaraku, memang bahwa dengan menikmati keindahan alam itu merupakan cara yang terbaik untuk mempercayai akan adanya Tuhan serta menyakini akan sifat-sifat kesempurnaan-Nya.
Saudaraku, setentang memperhatikan keindahan alam serta ajakan menyelidiki akan rahasianya, perhatikan Firman Allah SWT berikut ini : (Artinya) ”Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya siang dan malam, bahtera yang berlayar di lautan membawa apa yang berguna bagi manusia dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah keringnya. Dia sebarkan dibumi itu segala jenis hewan, pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi. Sesungguhnya yang demikian itu menjadi bukti ke Esaan dan Kebesaran Allah bagi yang mau berfikir.” (QS. Al-Baqarah : 164)
Saudaraku, alam itu ciptaan-Nya, artinya yaitu apa yang ada selain Allah dan alam diciptakan oleh Allah untuk kepentingan manusia. Karena itu dalam kitab suci Al-Qur’an Allah disebut juga Rabbul ’Alamin, artinya Tuhan pencipta dan pemelihara alam semesta. Kadang-kadang juga alam itu disebutkan dengan ungkapan : Bumi dan langit dan apa yang berada diantaranya. Dengan demikian alam semesta ini adalah makhluk artinya yang diciptakan oleh Tuhan sedangkan Allah itu sebagai Khaliq artinya Penciptanya.
·        Perhatikan Firman Allah SWT :
”Katakanlah, Allah itu pencipta alam segala sesuatu. Dialah yang maha Esa dan Maha perkasa.”              ( QS. Ar-Ra’du : 16 )
Saudaraku diantara makhluk Allah yang beraneka ragam (warna) itu, manusia diciptakan oleh Allah sebagai makhluk-Nya yang paling mulia.
·        Sebagaimana Firman-Nya :
”Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang paling baik.” (QS. At-Tin : 3)
Sementara bumi yang ditempati oleh manusia atau seluruh alam sekitar itu diciptakan oleh Allah untuk kepentingan hidup manusia sebab manusialah yang dijadikan oleh Allah sebagai penguasa di bumi ini.